Kisah tentang manusia-manusia yang menjalani hidup di tengah tragedi peperangan, diceritakan lewat sudut pandang seorang anak lelaki Afghan yang cerdas, selalu ingin tahu, dan sangat kritis pada lingkungan sekitarnya. Novel pertama Andrea Busfield ini memberikan gambaran tentang sisi-sisi kemanusiaan bangsa Afghan serta orang-orang asing yang hidup di antara mereka.
Jika pada suatu hari yang cerah, kau mendaki jalan curam ke arah bukit dari jembatan kayu kecil yang dikenal sebagai "Jembatan Keraguan", kau akan mendapati atap rumahku tampak di antara ujung dua pohon gingko. Bahkan, meskipun posisi rumahku tidak terlalu strategis, bangunan itu masih akan tetap mencolok dibandingkan dengan rumah lain di sekitarnya, dan kau akan mendapati dirimu membayangkan s…